Training JKKGS

Training JKKGS
Para Pejuang Islam

Kamis, 27 Januari 2011

Hakikat Syukur

Suatu hari saya bertanya kepada guru kehidupan saya begini: “bagaimana hakikat syukur yang sempurna itu pak guru?”
Lalu ia menjawab: “Hakikat syukur itu ada 3 tingkatan,

tingkatan yang terendah:
Syukuri nikmat yang banyak : Suatu hari ada seorang pemuda pedagang buah-buahan, setiap hari ia berdagang dari pagi hingga sore di sebuah pusat perbelanjaan, Alhamdulillah pada beberapa hari ini dagangannya laris dan untung besar terus. Lantas ia bersyukur kepada Allah atas nikmat yang berlimpah yang diberikan kepadanya.

Tingkatan yang pertengahan:
Syukuri nikmat yang sedikit : lanjutan dari cerita yang di atas, setelah 2 minggu ke depan pemuda pedagang buah tersebut dagangannya sepi pembeli, sehingga ia hanya mendapatkan untung sedikit dari dagangannya ketika itu. Namun pedagang tersebut tetap mensyukuri setiap nikmat Allah yang masih diberikan kepadanya walaupun sedikit dengan mengucap Alhamdulillah.

Tingkatan yang tertinggi:
Syukuri apa yang ada : sambungan dari cerita yang di atas, Pemuda tersebut tetap terus berdagang walau penghasilannya sedikit. Hingga akhirnya ia kembali diuji oleh Allah SWT dengan tidak ada dagangan yang terbeli/laku dijual ketika itu. Namun dengan penuh keyakinan pemuda tersebut berkata “Telah banyak rejeki yang aku nikmati dari-Mu ya Allah, walaupun hari ini daganganku tidak ada yang terjual, Aku tetap bersyukur pada-Mu ya Allah karena aku masih diberi kehidupan dan kesehatan. Sesungguhnya apabila aku memiliki uang dan harta yang memenuhi dunia ini pun niscaya aku tidak akan sanggup membayar nikmat hidup dan sehat yang engkau berikan kepadaku selama ini.” Lalu pemuda tersebut menyeka keringatnya kembali dan pulang dengan wajah yang tetap tersenyum tegar mengharap keridhaan dari Allah SWT.”
Akhirnya saya pun dapat mengambil sebuah intisari bahwasanya kita harus mensyukuri setiap rejeki yang datang kepada kita,banyak,sedikit,atau hanya berupa kesempatan hidup yang kita rasakan hari ini adalah sesuatu yang tetap harus disyukuri.
Saya pun berdo’a semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua, agar dapat menjadi seperti pemuda tersebut dan menjadi hambanya yang mampu menyadari dan mensyukuri setiap pemberiannya yang nampak oleh mata atau pun yang hanya mampu kita rasakan, terutama nikmat ketenangan hidup di bumi Allah yang penuh kekayaan ini, dan mampu mencapai hakikat syukur yang tertinggi. Amin....
Syukuri yang banyak,
Syukuri yang sedikit dan
Syukuri apa yang ada adalah kunci kekayaan sejati.

(Selasa, 25-januari 2010)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar